Senin, 23 Februari 2015

Intuisi

Intusisi
  

   Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, di dalam buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Atau misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata di sana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya.
     Dalam kehidupan sehari-hari, intuisi banyak membantu kita untuk memutuskan suatu perkara. Bukan hanya orang-orang awam seperti kita saja yang menggunakan intuisi. Banyak literatur menyebutkan bahwa para ahli seperti Albert Einstein, Thomas Alva Edison, dan Dimitri Mendeleyev juga menggunakan intuisi untuk kepentingan eksperimen mereka.
     Dalam kamus online bahasa Inggris Miriam Webster, intuisi adalah “A natural ability or power that makes it possible to know something without any proof or evidence.” Intuisi adalah kemampuan alami atau kekuatan yang dengannya seseorang mengetahui sesuatu tanpa pembuktian. Dalam kamus online Oxford, intuisi didefinisikan sebagai “The ability to understand something instinctively, without the need for conscious reasoning.” Intuisi adalah kemampuan untuk memahami sesuatu secara naluriah, tanpa membutuhkan rasionalisasi sadar.
     Dari dua definisi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa intuisi adalah kemampuan untuk mengetahui suatu hal tanpa perlu berpikir; Pengetahuan yang datang tiba-tiba tanpa perlu dipikirkan terlebih dulu.

Rasional atau Mistis?
     Sebelum penelitian yang dilakukan oleh para pakar psikologi, intuisi dianggap sebagai pengetahuan yang bersifat klenik. Intuisi dipandang sebagai anugerah istimewa yang diberikan hanya kepada orang-orang tertentu. Dalam pengertian klenik seperti ini, intuisi sama artinya dengan ilham atau wangsit. Selain itu, intuisi dipahami sebagai pengetahuan yang kebenarannya 100% akurat.
     Pemahaman berubah ketika intuisi mulai diteliti secara ilmiah. Banyak penelitian yang dilakukan oleh pakar psikologi menyimpulkan bahwa intuisi bukanlah hal yang klenik. Menurut para pakar itu, sumber intuisi berasal dari pikiran bawah sadar manusia.

Munculnya Intuisi
    Tentang intuisi, Albert Einstien berkata, “Intuition is nothing but the outcome of earlier intellectual experience,” yakni bahwa intuisi merupakan hasil dari pengalaman intelektual yang terjadi sebelumnya. Hal senada juga diungkapkan oleh pakar psikologi dari Amerika Serikat Herbert A. Simon. Menurutnya, intuisi tak lain merupakan kesadaran bahwa sesuatu yang dialami pernah dikenali atau dipelajari sebelumnya.
Untuk mempermudah penjelasannya, perhatikan contoh berikut.
     Pada cerita di paragraf awal, Anda memutuskan untuk membatalkan janji dengan pasangan saat Anda melihat pelangi di langit. Kita tahu bahwa Anda membatalkan janji itu karena ada perasaan yang mengganjal tentang pelangi. Nah, perasaan itu merupakan sebuah intuisi yang memberi pesan kepada Anda untuk tidak pergi.
     Intuisi itu sebenarnya bukanlah pesan yang diembuskan oleh makhluk mistis kepada Anda, melainkan pesan yang berasal dari pikiran bawah sadar Anda.
     Masih ingat, kan, mengenai pikiran bawah sadar? Pikiran bawah sadar merupakan gudang penyimpanan memori dan sistem kepercayaan (unsur agama), di mana sumber daripada memori dan sistem kepercayaan itu adalah informasi yang ditangkap oleh pancaindra.
     Memori ini menetap selamanya di dalam pikiran bawah sadar. Nah, saat kita mengalami suatu peristiwa, otak kita memilah-milah informasi (yang tersimpan di dalam pikiran bawah sadar) yang paling identik dengan peristiwa itu. Informasi yang terpilih pada akhirnya muncul dalam pikiran sadar kita sebagai intuisi. Jadi, intuisi merupakan memori yang tersimpan di dalam pikiran bawah sadar kita yang tiba-tiba muncul ke permukaan (pikiran sadar) sebagai respons dari otak kita saat mengalami suatu kejadian yang hampir serupa dengan memori tersebut.
     Mekanisme munculnya intuisi adalah melalui asosiasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan (Daring), asosiasi berarti “Pembentukan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra.” Sementara itu, dalam kamus online Oxford, asosiasi diartikan, “The action of making a mental connection,” yaitu bahwa asosiasi adalah tindakan membuat sebuah hubungan mental. Sehubungan dengan definisi ini, kamus Oxford memberikan contoh, “There is nothing new in the association of fasting with spirituality.” Tidak ada yang baru dalam mengasosiasikan puasa dengan spiritualitas.
     Nah, dari dua definisi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa asosiasi adalah mengidentikkan suatu hal dengan hal lainnya.
    Dalam contoh tentang pelangi, intuisi terjadi saat otak Anda mengasosiasikan pelangi dengan memori bawah sadar Anda. Memori apakah itu? Dalam contoh di atas, memori itu adalah memori tentang ‘hujan’. Jadi, ketika melihat pelangi, otak Anda memilah-milah memori di dalam bawah sadar Anda yang paling pas untuk diasosiasikan dengan pelangi.
     Karena kejadian di masa lalu yang berhubungan dengan pelangi adalah hujan, maka intuisi yang muncul di dalam pikiran sadar Anda pun berupa pesan akan terjadinya hujan.
     Pesan ini merupakan petunjuk bagi Anda untuk membuat keputusan, apakah Anda pergi dengan pasangan Anda atau membatalkan janji itu.
     Nah, dari uraian di atas, kita dapat meringkasnya seperti ini: Intuisi terjadi melalui mekanisme asosiasi. Apa saja yang diasosiasikan? Yang diasosiasikan adalah peristiwa yang sedang kita alami dengan memori bawah sadar yang identik atau hampir mirip dengan peristiwa itu. Identik maksudnya adalah memiliki pola (pattern) yang sama. Jadi, ada kesamaan pola antara peristiwa yang sedang kita alami dengan memori tertentu di dalam pikiran bawah sadar kita.

Intuisi dan Pikiran Sadar
     Terakhir, karena intuisi tidak selalu benar atau dalam kata lain, kadang-kadang akurat, kadang-kadang meleset, para ahli menyarankan agar kita menguji intuisi dengan pikiran sadar. Sebagai contoh, saat kita terjepit dalam suatu masalah. Tiba-tiba muncul intuisi yang memberikan petunjuk kepada kita. Jangan langsung mempercayai intuisi itu, karena bisa jadi ia tidak akurat. Ujilah intuisi tersebut dengan pikiran sadar. Periksa apakah intuisi itu logis atau tidak.
Oya, jika ada yang perlu ditanyakan, atau ada kritik dan saran, silakan berikan komentar.


Bottom of Form

Tidak ada komentar:

Posting Komentar