MAKALAH PAI
AKHLAK TERCELA
Makalah ini
diajukan untuk memenuhi
Tugas Individu
Disusun oleh :
Yayat Hidayatullah
XI RPL
SMK NEGERI 1 LEUWIMUNDING
KABUPATEN MAJALENGKA
TAHUN 2014/2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Ahlak tercela
adalah suatu perbuatan yang keluar dari norma-norma atau budi pekerti yang
ada,sehingga menimbulkan perilaku yang kurang baik dan mengganggu
ketenangan dan kenyamanan orang lain ,sedangkan “Akhlak” berasal dari bahasa
Arab, jamak dari khuluqun (خُلُقٌ)
yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku
atau tabiat. Setiap
manusia yang lahir di dunia ini, pasti membawa naluri yang mirip dengan hewan,
letak perbedaannya karena naluri manusia disertai dengan akal. Sedangkan naluri
hewan tidak demikian halnya. Oleh karena itu naluri manusia dapat menentukan
tujuan yang dikehendakinya. Segala sesuatu itu dinilai baik atau buruknya,
terpuji atau tercela, semata-mata karena syara’ (al-Qur’an dan Sunnah) hati
nurani atau fitrah dalam bahasa al Qur’an memang dapat menjadi ukuran baik dan
buruk karena manusia di ciptakan oleh Allah Swt memiliki fitrah bertauhid,
mengakui keesaannya (QS. Ar-Rum: 30-30). Hati nurani manusia selalu mendambakan
dan merindukan kebenaran, ingin mengikuti ajaran-ajaran Allah Swt. Namun fitrah
manusia tidak selalu terjamin dapat berfungsi dengan baik karena pengaruh dari
luar misalnya pengaruh pendidikan, lingkungan, pakaian dan juga pergaulan.
Masyarakat yang hati nuraninya sudah tertutup dan akal fikiran sudah di kotori
oleh sikap dan perilaku yang tidak terpuji. Namun bukan Cuma perilaku yang
harus diperbaiki asupan dalam tubuhpun harus dijaga agar tetap halal. Karena
itulah diperlukan adanya suatu jaminan dan kepastian akan kehalalan produk
pangan yang dikonsumsi umat Islam.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas,
1. Apakah arti dari akhlak tercela?
2. Apa saja akhlak tercela yang sering terjadi di masyarakat?
1.3 Sistematika
Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
a. Latar
Belakang Masalah.
b. Rumusan
masalah.
c. Sistematika
Penulisan.
d. Tujuan
Penulisan .
BAB II : PEMBAHASAN AKHLAK TERCELA
b. Pembahasan Akhlak Tercela
BAB III : PENUTUP
a. Kesimpulan
.
b. Saran
.
c. Penutup.
1.4 Tujuan
Penulisan
Tujuan dari
penulisan makalah ini adalah :
1. Secara
khusus : Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru
mata pelajaran akidah akhlak Bpk.H.Moh.Yasin.S,Ag
2.Secara
umum : Untuk mengetahui apa saja akhlak tercela yang sering terjadi
dimasyarakat dan cara menghindarinya
BAB II
HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN
2.1. Hasil Observasi
Menjaga dirinya sendiri ahlak
tercela dengan cara tidak mau melanggar hukum-hukum dan
ketentuan-ketentuan Alloh SWT.. Sebaliknya dengan semakin jauhnya masyarakat
dari agama, semakin sudah memelihara moral orang dalam masyarakat itu, dan
semakin kacaulah suasana, karena semakin banyak pelanggaran-pelanggaran, hak,
hukum dan nilai moral. Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya akhlak tercela
dikalangan masyarakat. Di antaranya adalah longgarnya pegangan terhadap agama .
Sudah menjadi tragedi dari dunia maju, dimana segala sesuatu hampir dapat
dicapai dengan ilmu pengetahuan, sehingga keyakinan beragam mulai terdesak, kepercayaan
kepada Tuhan tinggal simbol, larangan-larangan dan suruhan-suruhan Tuhan tidak
diindahkan lagi. Dengan longgarnya pegangan seseorang peda ajaran agama, maka
hilanglah kekuatan pengontrol yang ada didalam dirinya. Dengan demikian
satu-satunya alat pengawas dan pengatur moral yang dimilikinya adalah
masyarakat dengan hukum dan peraturanya. Namun biasanya pengawasan masyarakat
itu tidak sekuat pengawasan dari dalam diri sendiri. Karena pengawasan
masyarakat itu datang dari luar, jika orang luar tidak tahu, atau tidak ada
orang yang disangka akan mengetahuinya, maka dengan senang hati orang itu akan
berani melanggar peraturan-peraturan dan hukum-hukum sosial itu.
2.2.Pembahasan
A. Sekilas Tentang Akhlaq Tercela
Hidup manusia
terkadang mengarah kepada kesempurnaan jiwa dan kesuciannya,tapi kadang pula
mengarah kepada keburukan.hal tersebut bergantung kepada beberapa hal yang
mempengaruhinya.Menurut Ahmad Amin, keburukan akhlak(dosa dan
kejahatan)disebabkan karena’’kesempitan pandangan dan pengalamannya,serta
besarnya ego’’. Menurut
iman Ghazali,akhlak yang tercela ini dikenal dengan sifat-sifat muhlikat,yakni
segala tingkah laku manusia yang dapat membawanya kepada kebinasaan dan
kehancuran diri,yang tentu saja bertentangan dengan fitrahnya untuk selalu mengarah
kepada kebaikan. Al-Ghazali menerangkan empat hal yang mendorong manusia
melakukan perbuatan yang tercela(maksiat),di antaranya;
1. Dunia dan isinya.
2. Manusia.
3. Setan(iblis).
4. Nafsu. Nafsu ada yang baik dan buruk,akan tetapi nafsu cendrung mengarah kepada keburukan.
3. Setan(iblis).
4. Nafsu. Nafsu ada yang baik dan buruk,akan tetapi nafsu cendrung mengarah kepada keburukan.
Perbuatan yang
tercela dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a. Maksiat
Lahir
Maksiat berasal
dari bahasa arab,ma’siyah, artinya’’ pelanggaran oleh orang yang berakal
balig(mukallaf),karena melakukan perbuatan yang dilarang,dan meninggalkan
pekerjaan yang diwajibkan oleh syariat islam.
Maksiat lahir dibagi menjadi 4 bagian yaitu;
- Maksiat lisan.
- Maksiat telinga.
- Maksiat
mata.
- Maksiat
tangan.
Maksiat
lahir,karena dilakukan dengan menggunakan alat-alat lahiriah,akan mengakibatkan
kekacauan dalam masyarakat,dan tentu saja amat berbahaya bagi keamanan dan
ketentraman masyarakat.
b. Maksiat
Batin
Maksiat batin
lebih berbahaya dibandingakan dengan maksiat lahir,dan lebih sukar
dihilangkan.selama maksiat batin belum dilenyapkan,maksiat lahir tidak bisa
dihindarkan dari manusia. Maksiat
batin berasal dari dalamhati manusia, atau digerakkan oleh tabiat
hati.Sedangkan hati memiliki sifat yang tidak tetap,
terbolak-balik,berubah-ubah,sesuai dengan keadaan atau sesuatu yang mempengaruhinya.Hati
terkadang baik,simpati,dan kasih sayang,tetapi disaat lainnya hati terkadang
jahat,pendendam,syirik,dan sebagainya.
B. Beberapa Contoh Akhlak Tercela Dan Cara Menghindarinya.
Secara umum
menjauhi sifat tercela dapat dilakukan dengan selalu menerima apa yang telah
diberikan Allah,selalu mengontrol diri agar tidah terjerumus dalam keburukan
dan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Dibawah ini adalah beberapa contoh sifat tercela dan cara
menghindarinya.
1. Israaf
Berlebih-lebihan(israaf
)adalah melakukan sesuatu di luar batas ukuran yang menimbulkan kemudharatan
baik langsung ataupun tidak kepada manusia dan alam sekitarnya. Pada dasarnya sikap berlebih-lebihan
akibat dari sikap manusia yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya. Sekecil
apa pun perbuatan manusia berlebih-lebihan akan memberi dampak negatif bagi
manusia dan alam sekitarnya seperti kerusakan moral, harta benda dan kerusakan
alam.
Sikap
berlebih-lebihan sangat dibenci Allah, sebagaimana dalam firmannya :
Artinya: “Dan
orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan
tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang
demikian.’’
Beberapa hal
yang dapat dilakukan untuk menghindari sikap berlebih-lebihan antara lain:
a. Memikirkan
dan merenungkan akibat dan bahaya Israf.
b.
Mengenjdalikan nafsu, dan mengarahkan untuk memikul beban dan klesulitan
seperti shalat malam, shadaqah, shaum sunat , dll.
c. Senantiasa
memperhatikan sunnah dan perjalanan hidup Rasulullah SAW
d. Selalu
memperhatikan kehidupan orang-orang salaf dari kalangan sahabat, mujahiddin dan
ulama.
e. Tidak
menjalin persahabatan dengan orang-orang Israf.
2. Tabdzir
Kata tabzir
berasala dari kata bahasa arab yaitu bazara,yubaziru tabzir yang artinya
pemborosan sihingga menjadi sia-sia, tidak berguna atau terbuang. Secara istilah tabzir adalah
membelanjakan/mengeluarkan harta benda yang tidak ada manfaatnya dan bukan dijalan
Allah. Sifat tabzir ini timbul karena adanya dorongan nafsu dari setan dan
biasanya untuk hal-hal yang tidak disenagi oleh Allah serta ingin dipuji oleh
orang lain
Jika israf menekankan pada berlebih-lebihannya maka, tabzir menekankannya pada kesia-sian benda yang digunakan itu. Sikap tabzir dapat terjadi dalam berbagai hal, misalnya boros dalam menggunakan uang, boros dalam menggunakan harta, boros dalam menggunakan waktu dan lain sebagainya. Agama Islam melarang pada setiap umatnya untuk berlaku boros, karena hal tersebut dapat merugikan pada diri sendiri dan orang lain.
Perilaku tabzir dilarang oleh Allah swt sebagaimana firman-Nya
Jika israf menekankan pada berlebih-lebihannya maka, tabzir menekankannya pada kesia-sian benda yang digunakan itu. Sikap tabzir dapat terjadi dalam berbagai hal, misalnya boros dalam menggunakan uang, boros dalam menggunakan harta, boros dalam menggunakan waktu dan lain sebagainya. Agama Islam melarang pada setiap umatnya untuk berlaku boros, karena hal tersebut dapat merugikan pada diri sendiri dan orang lain.
Perilaku tabzir dilarang oleh Allah swt sebagaimana firman-Nya
Artinya:’’ Dan
berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin
dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan
(hartamu) secara boros’’.
Cara
menghindari sifat tabzir:
a. Memiliki
keinginan yang kuat untuk membina kepribadian istri dan anak-anaknya.
b. Selalu memikirkan dan merenungkan realita kehidupan manusia pada umumnya dan kaum muslimin khususnya.
b. Selalu memikirkan dan merenungkan realita kehidupan manusia pada umumnya dan kaum muslimin khususnya.
c. Memikirkan
dan merenungkan akibat dan bahaya tabzir.
d. Tidak
menjalin persahabatan dengan orang-orang tabzir.
e. Selalu ingat
karakter jalan hidup yang penuh beban dan penderitaan.
3. Fitnah
Dalam bahasa
sehari-hari kata ‘fitnah’ diartikan sebagai penisbatan atau tuduhan suatu
perbuatan kepada orang lain, dimana sebenarnya orang yang dituduh tersebut
tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan. Maka perilaku tersebut disebut memfitnah.
Allah SWT berfirman:
Allah SWT berfirman:
Artinya:’’ Dan perangilah mereka
itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya
semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak
ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.’’
Cara-cara yang
dapat dilakukan untuk menghindari fitnah:
a. Selalu
waspada dan hati-hati dalam setiap masalah.
b. Jangan membuka
rahasia atau aib orang lain.
c. Menumbuhkan
rasa persamaan dan kasih sayang seama manusia,dll
4. Serakah
Serakah artinya merasa tidak senang
dan tidak cukup degan apa yang telah didapat nya sekarang meskipun yakin bisa
mendapatkan lebih banyak.
Sifat serakah
dapat dihindari dengan cara :
a. Menyadari
bahwa manusia bukan hanya sebagai makhluk pribadi akan tetapi juga sebagai makhluk
sosial yang hidupnya saling membutuhkan.
b. Menyadari
bahwa nikmat seperti rizki dan musibah seperti penyakit berasal dari Allah
untuk semua manusia
c. Melatih diri
untuk membiasakan membantu orang lain dan memperhatikan kepentingannya.
5. Dendam
Dendam dalam bahasa Arab disebut
juga dengan Al-Hiqdu الحقد . Menurut
Al-Gazali dalam bukunya Ihya Ulumud Din jilid III, dijelaskan bahwa Hiqdu
atau dendam berawal dari sifat pemarah. Sifat marah (gadab) itu terus
dipelihara dan tidak segra diobati dengan memaafkan, maka akan menjadi dendam
terhadap orang yang menyakiti kita.
Pengertian dendam secara istilah
adalah perasaan ingin membalas karena sakit hati yag timbul sebab permusuhan,
dan selalu mencari kesempatan untuk melampiaskan sakit hatinya agar lawannya
mendapat celaka, barulah ia merasa puas.
Sifat dendam
dapat dihindarkan dengan cara sebagai berikut:
a. Melihat
suatu masalah secara obyektif.
b. Bila diri
sendiri berbuat salah segera minta maaf dan bila pihak lain yang berbuat salah
dengan ikhlas memberi maaf,serta menyadari bahwa tiada manusia yang sempurna.
6.Takabur
Takabbur
adalah: merasa paling mulia (serba bisa, paling hebat), adapun
secara istilah yaitu menetapkan sesuatu pada dirinya terhadap segala sifat yang
baik dan luhur karena memiliki harta yang banyak atau ilmu yang tinggi.Dari
pengertian diatas, takabbur dapat diartikan merasa atau menganggap diri besar
dan tinggi yang disebabkan oleh adanya kebaikan atau kesempurnaan pada dirinya,
baik berupa harta, ilmu atau yang lainnya.
Usaha menjauhi sifat takabur dapat ditempuh dengan cara :
a. Menyadari
hakikat kejadian manusia dan meyakini kebesaran Allah. Dengan cara demikian
akan tumbuh sifat rendah hati, tidak takabur atau sombong.
b. Membentengi
diri dari setiap pengaruh yang menyebabkan takabur, seperti :
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Sesungguhnya
ahklak dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah penting karena dengan kita
mempunya akhlak yang terpuji dapat menuntun kita ke dalam jalan yang lebih baik
dan bermanfaat serta tidak merugikan orang lain.
Untuk itu
marilah kita koreksi diri ,apakah sudah baik dan benar akhlak kita,maka dari
itu apabila akhlak serta moral kita kurang baik marilah segera kita rubah
dangan yang lebih baik dan mempunyai moral yang lebih berkualitas.
3.2
Saran
1. Untuk
pembaca:
- Menambah koreksi pada diri kita apakah sudah benar dan baik.
- Dapat memberi pelajaran pada kita, bahwa sungguh betapa pentingnya ahklak serta moral yang baik,demi kemajuan nusa bangsa dan agama.
- Penulis mengharapkan kritikan pada pembaca agar dapat memotivasi untuk kesempurnaan dalam membuat karya tulis.
2. Untuk penulis:
a. Dapat
memberi motivasi dalam membuat makalah agar lebih baik dan sempurna lagi.
b. Dapat
melatih dan menambah wawasan dan pengetahuan tentang pembuatan makalah.
3. Untuk
madrasah:
Dalam melakukan
kegiatan pendidikan agar lebih di tingkatkan lagi dan di perketat demi
terwujudnya akhlak serta moral yang baik bagi para siswa maupun para
guru.
3.3 Penutup
Alhamdulillah berkat taufik dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik.
Tentunya makalah ini jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu, masukan berupa kritik dan saran sangat penulis
harapkan untuk perbaikan makalah ini.
Terimakasih
kami ucapkan kepada bapak ibu guru kami,teman-teman yang membantu kami untuk
menyelesaikan makalaini, dengan iringan do’a Jazakumullah Ahsanal Jazaa, semoga
makalah ini bisa bermanfaat, barokah dan mendapat ridlo-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar