Selasa, 28 April 2015

Paradigma

Paradigma

    Secara Etimologis paradigma berarti model teori ilmu pengetahuan atau kerangka berfikir, sedangkan secara Terminologis berarti padangan dasar para ilmuan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang mestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan.

  Adapun Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.
   
     Menurut konteks, paradigma dapat diartikand dalam beberapa hal berikut:

  • Jika dalam bahasa sehari-hari maka dapat disebutkan sebuah pola di balik contoh-contoh khas (Primer) sesuatu.
  • Namun dalam ilmu Eksperimental diartikan sebagai sebuah instalasi eksperimental paradigma (eksperimental).
  • Dalam ilmu komputer sebuah paradigma pemro.raman, pedoman dasar pemrogtaman, biasanya diterapkan oleh bahasa program yang dipakai.
  • Tapi, dalam ilmu linguistika paradigma infleksi atau pentakrifan.
  • juga dalam ilmu informatika akronim daripada  Implementation by a General Method.
  • Apabila dalam bahasa sekarang adalah sebuah contoh yang diberikan dari sebuah istilah trendi atau keren.
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.
Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin ditahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan (deik). - See more at: http://mughits-sumberilmu.blogspot.com/2012/10/pengertiandefinisi-paradigma.html#sthash.Bauf0RDu.dpuf
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.
Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin ditahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan (deik). - See more at: http://mughits-sumberilmu.blogspot.com/2012/10/pengertiandefinisi-paradigma.html#sthash.Bauf0RDu.dpuf
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.
Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin ditahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan (deik). - See more at: http://mughits-sumberilmu.blogspot.com/2012/10/pengertiandefinisi-paradigma.html#sthash.Bauf0RDu.dpuf
erikut Ini Pembahasan secara lengkap Apa Itu Paradigma,Pengertian Paradigma dan Definisi Paradigma dari berbagai pendapat dan dari berbagai sumber,diantaranya dari Wikipedia dan Situs Situs lainnya. Paradigma
Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.
Kata paradigma sendiri berasal dari abad pertengahan di Inggris yang merupakan kata serapan dari bahasa Latin ditahun 1483 yaitu paradigma yang berarti suatu model atau pola; bahasa Yunani paradeigma (para+deiknunai) yang berarti untuk "membandingkan", "bersebelahan" (para) dan memperlihatkan (deik).

Paradigma
Paradigma adalah kumpulan tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang sebagai titik tolak pandangannya sehingga akan membentuk citra subjektif seseorang – mengenai realita – dan akhirnya akan menentukan bagaimana seseorang menanggapi realita itu.
Paradigma
Pengertian Paradigma
Secara etimologis paradigma berarti model teori ilmu pengetahuan atau kerangka berpikir. Sedangkan secara terminologis paradigma berarti pandangan mendasar para ilmuan tentang apa yang menjadi poko kpersoalan yang semestinya dipelajari oleh suatu cabang ilmu pengetahuan. Jadi,paradigma ilmu pengetahuan adalah model atau kerangka berpikir beberapa komunitas ilmuan tentang gejala-gejala dengan pendekatan fragmentarisme yang cenderung terspesialisasi berdasarkan langkah-langkah ilmiah menurut bidangnya masing-masing.
Demikain Pengertian Paradigma,Definisi Paradigma Apa Itu Paradigma.
- See more at: http://mughits-sumberilmu.blogspot.com/2012/10/pengertiandefinisi-paradigma.html#sthash.Bauf0RDu.dpuf

Senin, 23 Februari 2015

Intuisi

Intusisi
  

   Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, di dalam buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Atau misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata di sana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya.
     Dalam kehidupan sehari-hari, intuisi banyak membantu kita untuk memutuskan suatu perkara. Bukan hanya orang-orang awam seperti kita saja yang menggunakan intuisi. Banyak literatur menyebutkan bahwa para ahli seperti Albert Einstein, Thomas Alva Edison, dan Dimitri Mendeleyev juga menggunakan intuisi untuk kepentingan eksperimen mereka.
     Dalam kamus online bahasa Inggris Miriam Webster, intuisi adalah “A natural ability or power that makes it possible to know something without any proof or evidence.” Intuisi adalah kemampuan alami atau kekuatan yang dengannya seseorang mengetahui sesuatu tanpa pembuktian. Dalam kamus online Oxford, intuisi didefinisikan sebagai “The ability to understand something instinctively, without the need for conscious reasoning.” Intuisi adalah kemampuan untuk memahami sesuatu secara naluriah, tanpa membutuhkan rasionalisasi sadar.
     Dari dua definisi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa intuisi adalah kemampuan untuk mengetahui suatu hal tanpa perlu berpikir; Pengetahuan yang datang tiba-tiba tanpa perlu dipikirkan terlebih dulu.

Rasional atau Mistis?
     Sebelum penelitian yang dilakukan oleh para pakar psikologi, intuisi dianggap sebagai pengetahuan yang bersifat klenik. Intuisi dipandang sebagai anugerah istimewa yang diberikan hanya kepada orang-orang tertentu. Dalam pengertian klenik seperti ini, intuisi sama artinya dengan ilham atau wangsit. Selain itu, intuisi dipahami sebagai pengetahuan yang kebenarannya 100% akurat.
     Pemahaman berubah ketika intuisi mulai diteliti secara ilmiah. Banyak penelitian yang dilakukan oleh pakar psikologi menyimpulkan bahwa intuisi bukanlah hal yang klenik. Menurut para pakar itu, sumber intuisi berasal dari pikiran bawah sadar manusia.

Munculnya Intuisi
    Tentang intuisi, Albert Einstien berkata, “Intuition is nothing but the outcome of earlier intellectual experience,” yakni bahwa intuisi merupakan hasil dari pengalaman intelektual yang terjadi sebelumnya. Hal senada juga diungkapkan oleh pakar psikologi dari Amerika Serikat Herbert A. Simon. Menurutnya, intuisi tak lain merupakan kesadaran bahwa sesuatu yang dialami pernah dikenali atau dipelajari sebelumnya.
Untuk mempermudah penjelasannya, perhatikan contoh berikut.
     Pada cerita di paragraf awal, Anda memutuskan untuk membatalkan janji dengan pasangan saat Anda melihat pelangi di langit. Kita tahu bahwa Anda membatalkan janji itu karena ada perasaan yang mengganjal tentang pelangi. Nah, perasaan itu merupakan sebuah intuisi yang memberi pesan kepada Anda untuk tidak pergi.
     Intuisi itu sebenarnya bukanlah pesan yang diembuskan oleh makhluk mistis kepada Anda, melainkan pesan yang berasal dari pikiran bawah sadar Anda.
     Masih ingat, kan, mengenai pikiran bawah sadar? Pikiran bawah sadar merupakan gudang penyimpanan memori dan sistem kepercayaan (unsur agama), di mana sumber daripada memori dan sistem kepercayaan itu adalah informasi yang ditangkap oleh pancaindra.
     Memori ini menetap selamanya di dalam pikiran bawah sadar. Nah, saat kita mengalami suatu peristiwa, otak kita memilah-milah informasi (yang tersimpan di dalam pikiran bawah sadar) yang paling identik dengan peristiwa itu. Informasi yang terpilih pada akhirnya muncul dalam pikiran sadar kita sebagai intuisi. Jadi, intuisi merupakan memori yang tersimpan di dalam pikiran bawah sadar kita yang tiba-tiba muncul ke permukaan (pikiran sadar) sebagai respons dari otak kita saat mengalami suatu kejadian yang hampir serupa dengan memori tersebut.
     Mekanisme munculnya intuisi adalah melalui asosiasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan (Daring), asosiasi berarti “Pembentukan atau pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra.” Sementara itu, dalam kamus online Oxford, asosiasi diartikan, “The action of making a mental connection,” yaitu bahwa asosiasi adalah tindakan membuat sebuah hubungan mental. Sehubungan dengan definisi ini, kamus Oxford memberikan contoh, “There is nothing new in the association of fasting with spirituality.” Tidak ada yang baru dalam mengasosiasikan puasa dengan spiritualitas.
     Nah, dari dua definisi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa asosiasi adalah mengidentikkan suatu hal dengan hal lainnya.
    Dalam contoh tentang pelangi, intuisi terjadi saat otak Anda mengasosiasikan pelangi dengan memori bawah sadar Anda. Memori apakah itu? Dalam contoh di atas, memori itu adalah memori tentang ‘hujan’. Jadi, ketika melihat pelangi, otak Anda memilah-milah memori di dalam bawah sadar Anda yang paling pas untuk diasosiasikan dengan pelangi.
     Karena kejadian di masa lalu yang berhubungan dengan pelangi adalah hujan, maka intuisi yang muncul di dalam pikiran sadar Anda pun berupa pesan akan terjadinya hujan.
     Pesan ini merupakan petunjuk bagi Anda untuk membuat keputusan, apakah Anda pergi dengan pasangan Anda atau membatalkan janji itu.
     Nah, dari uraian di atas, kita dapat meringkasnya seperti ini: Intuisi terjadi melalui mekanisme asosiasi. Apa saja yang diasosiasikan? Yang diasosiasikan adalah peristiwa yang sedang kita alami dengan memori bawah sadar yang identik atau hampir mirip dengan peristiwa itu. Identik maksudnya adalah memiliki pola (pattern) yang sama. Jadi, ada kesamaan pola antara peristiwa yang sedang kita alami dengan memori tertentu di dalam pikiran bawah sadar kita.

Intuisi dan Pikiran Sadar
     Terakhir, karena intuisi tidak selalu benar atau dalam kata lain, kadang-kadang akurat, kadang-kadang meleset, para ahli menyarankan agar kita menguji intuisi dengan pikiran sadar. Sebagai contoh, saat kita terjepit dalam suatu masalah. Tiba-tiba muncul intuisi yang memberikan petunjuk kepada kita. Jangan langsung mempercayai intuisi itu, karena bisa jadi ia tidak akurat. Ujilah intuisi tersebut dengan pikiran sadar. Periksa apakah intuisi itu logis atau tidak.
Oya, jika ada yang perlu ditanyakan, atau ada kritik dan saran, silakan berikan komentar.


Bottom of Form

Implementasi

Implementasi
 
   

    Implementasi memiliki arti sebagai pemasangan atau penerapan dari sesuatu yang berbentuk konseptual menjadi real. Dalam penerapan konsep kedalam bentuk yang lebih nyata disebut mengimplementasikan. Dalam beberapa kasus saat mengimplementasikan sangat sering berkendala pada cara penyampaian/penengah antara konteks dengan objek dan tidak jarang hal tersebut menyebabkan kegagalan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia implementasi diartikan sebagi pelaksanaan atau penerapan. Artinya yang dilaksanakan dan diterapkan adalah kurikulum yang telah dirancang/didesain untuk kemudian dijalankan sepenuhnya.

     Kalau diibaratkan dengan sebuah rancangan bengunan yang dibuar oelh seorang insinyur bangunan tentang rancangan sebuah rumah pada kertas kalkirnya maka implementasi yang dilakukan oleh para tukang adalah rancangan yang telah dibuat tadi dan sangat tidak mungkin atau mustahil akan melenceng atau tidak sesuai dengan rancangan, apabila yang dilakukan oleh para tukang tidak sama dengan hasil rancangan akan terjadi masalah besar dengan dan telah sempurna dari sisi perancang dan rancangan itu.

     Maka impelementasi kurikulum juga dituntut untuk melaksanakan sepenuhnya apa yang telah direncanakan dalam kurikulumnya untuk dijalankan dengan segenap hati dan keinginan kuat, permasalahan besar akan terjadi apabila yang dilaksanakan bertolak belakang atau menyimpang dari yang telah dirancang maka terjadilah kesia-siaan antara rancangan dengan implementasi. Rancangan kurikulum dan implementasi kurikulum adalah sebuah sistem dan  membentuk sebuah garis lurus dalam hubungannya (konsep linearitas) dalam arti implementasi mencerminkan rancangan, maka sangat penting sekali pemahaman guru serta aktor lapangan lain yang terlibat dalam proses belajar mengajar sebagai inti kurikulum untuk memahami perancangan kurikulum dengan baik dan benar.

Sabtu, 14 Februari 2015

Cara Belajar Efektif dan Mudah Paham

Cara Belajar Efektif dan Mudah Paham
  

      Belajar..!!! tahu gak belajar itu apa? Belajar adalah proses dimana kita mencari tahu pengetahuan yang belum kita ketahui baik itu pengetahuan sosial, agama, alam dan masih banyak lagi. Dengan belajar hidup kita pasti akan mencicipi masa depan yang sukses dan sejahtera (kaya saya :D hehe). tapi pernahkah teman menemukan kesulitan dalam belajar? oh, tentu. bahkan sangat sulit mungkin untuk belajar, nahh disini saya akan membeberkan cara belajar efktif dan mudah dipaham.


 1. Belajar tanpa Mood
      Belajarlah karena kesungguhan kita untuk berubah, jangan belajar hanya dengan berlandaskan mood saja. iya kalau pas nice mood, laa kalau pas bad mood kita jadikan alasan untuk kita tidak belajar, saya berani jamin ilmu yang anda pelajari akan sama halnya dengan air yang menetes di lapangan panas, sangat mudah menguap. Jadi jangan pernah belajar berdasarkan mood ya kalau ingin hasil yang memuaskan. ganbatte ^_^

2. Belajarlah di manapun anda suka
       Carilah tempat yang nyaman dan dapat menenangkan pikiran kita sewaktu belajar, dengan keadaan yang nyaman kita akan lebih mudah dalam memahami materi. dan hati-hati harus utamakan keamanan.

3. Jangan belajar terlalu banyak ketika akan ujian
       Inilah sebuah doktrin yang saya rasa sangat keliru, "kamu harus belajar sungguh-sungguh, besok ada ujian"..kira-kira teman-teman sudah mendengar ocehan yang seperti itu? Ini adalah kesalahan, sebenarnya ketika akan ujian itu kita gunakan untuk merehat otak sekejap, justru pas hari-hari biasalah kita harus sungguh-sungguh. SKS (Sistem Kebut Semalam) sangat merusak cara berpikir kita, karena hanya akan menimbulkan tekanan bukan pengetahuan.disisi lain hal tersebut akan menjadi suatu tanggungan beban ujian tanpa arti.

4. Belajar sambil Diskusi
      Belajar secara kelompok memang dimaksudkan agar seseorang yang kurang mampu memahami materi bisa berdiskusi dengan orang yang sudah paham. Sehingga pertukaran ide terus berjalan, yang pintar tidak semakin pintar, begitu pula yang bodoh tidak semakin terperosok. dan pada akhirnya metode ini akan menguntungkan kita juga sebagai sarana motivator untuk lebih memahami karatrisitik sahabat.

5. Belajar dengan diiringi musik
      Musik memang bisa meningkatkan konsentrasi kita dalam belajar, namun hal ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Ada beberapa orang yang malah suka keadaan yang hening. Jadi, jika musik bisa membantumu berkonsentrasi, just listen it :)

6. Jangan hanya menghafal
      Metode menghafal mungkin bisa menyukseskan kita dalam mencari "nilai-yang-baik", namun apakah pengetahuan kita bertambah? tidak. Hal tersebut bisa terjadi karena untuk apa hafal jika tidak paham apa yang kita pelajari. Pahamilah materi dengan mempelajari konsep-konsepnya, bagaimana hal itu bisa terjadi? mengapa? apa selanjutnya? Begitulah cara berpikir yang harus dikembangkan meskipun memakan waktu yang cukup lama. Sehingga kita akan tahu betapa indahnya Ilmu Pengetahuan itu. Dalam film 3 idiots, ada sebuah quotes yang sangat mengena: "Dengan menghafal, kamu bisa menghemat waktumu selama 4 tahun di universitas, namun kau telah menghancurkan 40 tahun hidupmu kedepan"

7. Jangan malu-malu untuk bertanya
       Bila kita ada yang belum paham mengenai materi yang diajarkan, cukup dengan acungkan jari dan bertanyalah kepada bapak/ibu guru, jangan malu bertanya bila kita tidak bisa, jangan jadikan gengsi "takut dibilang lambat oleh Teman-teman" sebagai alasan, karena hal yang seperti itu tidak masuk akal!. Justru disitulah kita diuji mulai dari berbincang dengan Guru serta untuk memecahkan mental saat kita berbicara didepan teman-teman. biar PD :D

8. Coba dan Gagal (Trial and Error)
       Dalam hidup ini, gagal adalah teman kita juga. hehehehe, jadi jangan pernah menghindar darinya. Kita terjatuh, untuk apa? agar kita tahu bagaimana cara untuk bangun. Kita tidak akan pernah tahu yang benar itu bagaimana jika kita tidak kenal dengan KESALAHAN dulu. Materi yang sesulit apapun, pasti akan bisa kita kuasai asal tidak ada kata menyerah memahaminya. Coba terus, gagal sudah biasa.

9. Cintailah Pelajaran
      Anda tidak bisa dalam fisika (misal), namun anda sangat mencintai pelajaran yang satu ini. Maka dengan kecintaan itu, suatu saat akan menjadikan anda seorang fisikawan hebat, karena sesuatu yang dilakukan sepenuh hati akan menghasilkan hasil yang memuaskan. Sekarang tidak bisa, namun karena kecintaan tersebut anda mempelajarinya setiap waktu, tunggulah hingga mimpi indah tiba. You'll be the best, but wait until the time's coming on ^_^

10. Ingatlah tujuan utama kita sekolah
      Tujuan utama kita sekolah ialah untuk mencari ilmu pengetahuan, bukan hanya menerima "Cara Untuk Memperoleh Nilai yang Baik" saja. Nilai tidak akan bisa mencerminkan kualitas seseorang, lihatlah kenyataannya. Tidak masalah kita ada di peringkat berapapun, yang terpenting ialah belajar bukan untuk mencapai kesuksesan..tetapi untuk membesarkan jiwa. ini merupakan Cara Belajar paling Efektif yang terus saya gunakan, karena saya yakin ilmu bukan sebatas CORETAN NILAI, tapi banyaknya kita berbagi kepada sesama.

11. Kunci semua metode belajar
    
Kuncinya terletak pada kesungguhan kita dalam berdo'a, karena saya masih ingat betul ada yang bilang kecerdasan seseorang 73% dari kesungguhan do'anya, sedangkan 27% dari belajar. Intinya do'a sangatlah penting, sebagai bentuk pasrah kita Kepada Allah. Namun belajar juga sangatlah penting, ingat! Tidak bisa mencapai 100% tanpa ada yang 27% tersebut.

Jumat, 13 Februari 2015

4 Sifat Manusia (Pleglamis, Melankolis, Sanguinis, Koleris)

4 Sifat Manusia (Pleglamis, Melankolis, Sanguinis, Koleris)

 Posted on Friday. 13 Februari 2015 by Yayat Hidayatullah

Melankolis_Si Sempurna

 

     Kau begitu sempurna, dimataku kau begitu indah. ingat dengan lirik lagu ini? lagunya Andra and The Backbone dengan judul sempurna. pas banget dengan sifat manusia yang akan kita bahas sekarang yaitu Melankolis si Sempurnaaaaa. ada 4 sifat manusia selain melankolis, korelis, sanguis dan plegmatis nanti satu persatu akan dibahas deh. melankolis duluan, sesuai sifat saya :malu:.
    Melankolis, kalau nemu temen orangnya pemikir, sensitif, romantis, teratur (kalau sayahh si minder, haa..), bisa dipastikan 99.99 % dia tipe orang melankolis. si melankolis mempunyai rasa empati yang tinggi, tak jarang kalau ada temen yang ada masalah dialah orang pertama yang merasakanya bahkan menjadi pendengar yang baik. selain berempati, melankolis juga romantis banget, jago bikin puisi kayak saiya :malu:.
      Si melankolis ternyata punya bakat perfeksionis harus sempurnaaa. saya juga kadang kalau ada yang kurang misalkan dalam tulisan ini bakalan mengeditnya hingga ribuan kali (lebay, maklum lah melankolis :D ). dia juga tipe pemikir (entah kenapa agak beda dengan saya, kalau saya kadang bertindak baru berfikir :D ), orang bertipe ini cenderung mempunyai rasa seni yang tinggi, suka akan gambar, grafik dll, cukup berbakat menjadi seorang seniman entah musik atau pelukis, tapi yang jelassya gak bisa keduanya tuhh, haa... .
      Mereka juga kadang suka sekali namanya berkorban, bahkan mengorbankan diri mereka sendiri demi orang lain, tidak suka menonjolkan diri a.k.a low profile lebih memilih bekerja dibalik layar, kayaknya nggak mau terkenal.
      Ok, sudah cukup membanggakan diri sebagai melankolis. sekarang kita bahas sisi jeleknya, hehehehe. tipe melankolis orangnya super sensitif, bahkan anda tiup rasanya kayak ditabok hehehehe. mereka suka yang namanya menyendiri, kadang juga terjebak dimasa lalu dengan ratusan kisah sedih sambil meratapi nasip dan suka membesar besarkan masalah, mengapaaaaaaaa aku beginiii.enntaah.
      Melankolis umumnya tertutup, kalau ada masalah biasanya diumpetin, kalaupun dibagi, pastilah dibagi dengan orang yang paling diapercaya entah keluarga ataupun teman (so guys, kalau anda dicurhati sama melankolis dijaga baik baik kepercayaanya :) ). mereka juga kadang suka meremehkan diri mereka sendiri, padahal apa yang dikerjakanya mungkin lebih bagus dengan orang lain, istilahnya rumput tetangga lebih hijau dan juga takut kegagalan pikonya pikiranya negatif mulu nggak ada motivasi. idealis, kalau dirasa sesuatu tidak sesuai kehendaknya mereka kadang suka ngedumel.
MELANKOLIS:
KEKUATAN:
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
* Sensitif
* Mau mengorbankan diri dan idealis
* Standar tinggi dan perfeksionis
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
* Hemat
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
* Sangat memperhatikan orang lain
KELEMAHAN:
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
* Mengingat yang negatif & pendendam
* Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
* Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (serius)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
* Hidup berdasarkan definisi
* Sulit bersosialisasi
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yang menentang dirinya
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
* Rasa curiga yang besar (skeptis terhadap pujian)
* Memerlukan persetujuan




 Plegmatis_Si Pecinta Damai


      Sekarang kita bahas si cinta damai dulu deh… agak sulit sih menjelaskan sifat yang bukan sifat sendiri, teu nanaon lah nggak ada salahnya dicoba. kaum plegmatis umumnya menghindari konflik dan suka netral, bagi mereka Perdamaian itu nomer 1, perdamaian perdamaian, perdamaian peeerdamaian.hehe..kaya lagunya band Gigi.:D
      Mereka juga baik hati, pribadinya tenang rendah hati dan juga penyabar, terlihat kalem. kalau digabung sama sifat diatas, kayanya kerjaan yang cocok jadi diplomat aja deh. banyak dari tipe Plegmatis mempunyai daya humor yang tinggi, menyenangkan untuk diajak gaul.
      Nah, kalau tadi dalam si melankolis cenderung memilih sendiri, si plegmatis mereka tipe pendegar, jadi kalau misalkan ada orang yang berbicara anda memperhatikan seorang teman asik mendengarkan dialah si plegmatis. so, mau curhat, pilihlah orang dengan sifat plegmatis :D .
      Ok, sekarang buruknya neh, orang plegmatis orang simple, nggak mau melibatkan diri dalam konflik bahkan konflik di dirinya sendiri alias pengen mudahnya kalau ada yang mudah ngapain dipersulit?, kalau disuruh mengambil keputusan sering kali ditunda tunda, jadi punya temen plegmatis kayaknya harus dicambukin biar jalan, apalagi sifat nggak bersemangat dan malesnya yang nggak ketulungan, heheheh.
      selain males, suka menunda nunda dan ambil enaknya ternyata mereka juga kikir, sedikit egois dan penakut.
PLEGMATIS:
KEKUATAN:
* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
* Penengah masalah yg baik
* Cenderung berusaha menemukan cara termudah
* Baik di bawah tekanan
* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
* Rasa humor yg tajam
* Senang melihat dan mengawasi
* Berbelaskasihan dan peduli
* Mudah diajak rukun dan damai
KELEMAHAN:
* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
* Takut dan khawatir
* Menghindari konflik dan tanggung jawab
* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
* Terlalu pemalu dan pendiam
* Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
* Kurang berorientasi pada tujuan
* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
* Tidak senang didesak-desak
* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.




Sanguinis_Si Superstar


      Kita bahas si Jagoan nih, orang dengan tipe sanguis terkenal dengan banyak omongnya, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta mengusasai pembicaraan. sanguis memiliki hasrat untuk bersenang senang yang tinggi, mereka suka akan ketenaran, perhatian, kasih sayang, dan dukungan dari orang lain.
      Tipe sanguis juga memiliki rasa optimistis yang tinggi, humoris dan mudah bergaul, emosi mereka juga seperti Plegmatis yaitu cepat berubah, sesaat mereka bisa terlihat bahagia namun beberapa saat kemudian menangis (aweu aweu,,susah ditebak). mereka juga senang mengutarakan joke sehingga membuat orang orang disekitarnya senang.
      Negatifnya, orang tipe sanguis umumnya berfikiran pendek, sulit berkonsentrasi dan tidak teratur. mereka dapat stres jika terjebak dalam situasi yang mana hidupnya terasa tidak menyenangkan karna orang sanguis takut untuk tidak populer. so, jadi kalau misalkan dalam sebuah kelompok ada orang yang banyak omong, dialah si Superstar.
SANGUINIS:
KEKUATAN:
* Suka bicara
* Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
* Antusias dan ekspresif
* Ceria dan penuh rasa ingin tahu
* Hidup di masa sekarang
* Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
* Berhati tulus dan kekanak-kanakan
* Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
* Umumnya hebat di permukaan
* Mudah berteman dan menyukai orang lain
* Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
* Menyenangkan dan dicemburui orang lain
* Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
* Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
* Menyukai hal-hal yang spontan
KELEMAHAN:
* Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
* Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
* Susah untuk diam
* Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
* Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
* RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
* Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
* Mudah berubah-ubah
* Susah datang tepat waktu jam kantor
* Prioritas kegiatan kacau
* Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
* Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
* Egoistis
* Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
* Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”




 Korelis_Si Kuat

 
 
      Masuk ke sesi terakhir, kita bahas si kuat, orang tipe ini biasanya suka mengatur dan memerintah orang, dia nggak mau ada orang berdiam diri saja sementara dia sibuk kerja/beraktivitas. orang korelis suka akan tantangan, sang suka berpetualang, mereka juga tegas. tak heran banyak dari usahanya yang sukses karna memang sifatnya yang juga pantang menyerah dan juga mengalah.
   Sisi negatifnya, mereka orang yang tidak sabaran, segalanya harus cepat karna memang sifat keproduktivitasnya yang tinggi. mereka juga gampang sekali marah, dan suka berprilaku kasar. jadi kalau nemu temen kerjanya uring uringan, suka berkata kasar dan gampang marah, dialah Koleris.(hii..hiii.. atuttt)
     Mereka juga suka akan kontoversi dan pertengkaran, bertolak belakang dengan dengan plegmatis yang cinta damai. sifat mereka juga kurang bersimpatin dengan sesama suka memanipulasi orang lain dan memperalat orang lain dan juga kalau salah, susah banget meminta maaf.
    Orang koleris sedikit mirip dengan sanguis mereka gampang bergaul dan optimistis. mereka juga bisa berkomunikasi dengn baik dan terbuka dengan orang lain, hmm tipe orang seperti ini cocok sebagai pemimpin
dari keempat sifat manusia diatas, dapat kita menarik kesimpulan bahwa:
KOLERIS
KEKUATAN:
* Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif
* Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan
* Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
* Bebas dan mandiri
* Berani menghadapi tantangan dan masalah
* “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
* Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
* Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas
* Membuat dan menentukan tujuan
* Terdorong oleh tantangan dan tantangan
* Tidak begitu perlu teman
* Mau memimpin dan mengorganisasi
* Biasanya benar dan punya visi ke depan
* Unggul dalam keadaan darurat
KELEMAHAN:
* Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)
* Senang memerintah
* Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai
* Menyukai kontroversi dan pertengkaran
* Terlalu kaku dan kuat/ keras
* Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik
* Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci
* Sering membuat keputusan tergesa-gesa
* Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain
* Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan
* Workaholics (kerja adalah “tuhan”-nya)
* Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf
* Mungkin selalu benar tetapi tidak populer